Gema tanpa Jawaban
Karya: Siti Nur AliyaningsihDi antara rintik yang jatuh perlahan,
kutitipkan namamu pada angin yang tak pernah kembali. Ada doa yang kusimpan dalam diam, tetapi semesta memilih menjadikannya gema tanpa jawaban.
Mungkin kita hanyalah dua garis
yang sempat saling mendekat,
lalu kembali menempuh takdir masing-masing.
Harapan masih tumbuh di sudut hati,
meski waktu mengajarkanku arti melepaskan.
Dan kedamaian perlahan hadir
ketika aku berhenti menunggu jawaban yang akan datang.
Jika suatu hari hujan menyapamu,
biarlah ia menjadi salam yang tak pernah ku sampaikan.
Sebab tidak semua rindu harus memiliki tujuan,
dan tidak semua harapan ditakdirkan untuk menjadi nyata.
Selama langit masih menyimpan cahaya setelah badai, aku percaya setiap kehilangan akan menemukan maknanya sendiri.
Sukabumi, 26 Juni 2026