Yang Tertinggal Setelah Pintu Ditutup
Karya: Salsabila Rizqi Arta AbdullahAda yang enggan pergi
ketika sepotong harap
kehilangan arah pulang.
Ia menetap di sela napas,
menjelma senyap yang tak meminta
untuk dimengerti.
Dulu aku percaya,
penantian selalu berlabuh pada pertemuan.
Namun waktu mengikis keyakinan itu,
hingga yang tersisa bukan lagi perih,
melainkan bentang luas untuk menerima.
Sebab dedaunan tidak menyimpan dendam
saat harus menyudahi kaitan.
Ia luruh karena mengerti,
pelukan tanah adalah takdir lain yang megah.
Tuhan hanya sedang menuntun pulang
dengan cara yang berbeda.
Maka aku berhenti merutuki angan yang tertahan.
Aku hanya ingin menjadi hati yang teduh,
meski musim sedang tak ramah.
Ketika kelak yang kuinginkan hanya tinggal gema,
izinkan aku pulang sebagai jiwa
yang berhasil mencintai kehidupan tanpa prasyarat.
Sebab harap yang tak tersampaikan
kadang menempa kita menjadi manusia
yang jauh lebih utuh.
Kebumen, 26 Juni 2026