Alienda Aprilliani - Nyanyian Di Tengah Badai (LCP 47)

📅 27 Juni 👁 Memuat...

Nyanyian Di Tengah Badai

Karya: Alienda Aprilliani


Malam hari semakin pekat
Menyisakan angin berbisik syahdu
Lampu toko telah padam sejak gulita menyapa
Butiran peluh ditepis pada dahi
Antara harus melanjutkan atau pulang membawa pengharapan
Hujan turun membasuh bumi
Melukai jiwa yang mengadu pada langit
Alam tahu cara berbicara padanya
Kesekian kalinya ketegaran membungkus penahan lapar
Rintik hujan terasa asin bagi ibu yang memeras keringat demi buah hati
Dahulu ia anak yang didambakan hadir ke dunia,
ditimang penuh cinta
Setiap pagi ada usapan hangat di kepala,
dan suapan makan sebelum menimba ilmu
Tak lupa, kaus kaki dan sepatu disiapkan agar tidak terlambat sekolah
Gerimis habis ketika lamunannya terpecah
Siraman air mobil dari genangan jalan
Tanpa ada kata maaf, hanya surat cinta berwarna cokelat berbekas di baju
Sepeda tua yang menemaninya pun tak mampu membalas



Jakarta, 25 Juni 2026