Sejauh Pandang
Karya: Amanda Nur Cahya SetyaningrumSejauh Pandang
Aku mengagumimu pada hari yang tak Istimewa
Dengan alasan yang tak perlu ku tanya
Bergaung layaknya dengung yang bergema
Menetap di kepala dan rongga dada
Kerap kulihat kau di sudut sana
Bagai mentari berpendar di mata
Kutitipkan kagumku pada kerling ragu
Berharap mampu menampung riuh itu
Sarat untaian yang ingin kusampaikan
Namun keguguran lebih cepat kutetapkan
Batinku meronta tanpa aba-aba
Kendati bibirku membisu tanpa wicara
Bak buih laut yang mudah hanyut
Tak paham ini suka atau luka
Keduanya hancur pada ombak yang serupa
Meninggalkan ujung yang senada
Angin lalu ialah aku di ingatanmu
Berembus pelan tanpa kenangan
Maka kubiarkan ia meremang
Tanpa rantai yang mengekang
Kelak ketika rasa ini singgah di muara
Kembali kupungut serpihan yang tersisa
Dengan hati yang kulapangkan
Untuk rasa yang cukup tumbuh dalam kebisuan
Magelang, 5 Juni 2026