SEKARUNG HARAPAN
Karya: Angelica Grace PilipusAku duduk di lantai,
melipat tangan yang gemetar,
mengeja nama-Mu
dalam sunyi yang tak berdasar.
Membawa sekarung harapan
yang lama kelamaan menjadi memar,
di setiap penghujung malam
yang dingin dan samar.
Namun, semesta mendadak senyap,
langit menutup rapat tanpa menunggu.
Doaku membentur awan,
lalu luruh bertabur abu,
meninggalkan tanya
yang membeku di kalbuku.
Mungkin, Engkau sedang mengajariku ikhlas,
membiarkan mimpi yang kusunting patah sekilas.
Kini aku pulang tanpa membawa apa-apa,
selain hati yang remuk,
namun mencoba tetap percaya.
Muara enim, 26 juni 2026