Rumah sewa
Karya: Angelina Fadilatul HasanahApa. Rumah? kau sebut aku rumah?
Tapi kau perlakukan layaknya tempat sampah,
Membuang keluh kesah lalu pergi,
Aku? Kau anggap tong sampah.
Hanya Diam, Menerima.
Hehh Lucu.
Dulu janjimu semanis gula,
Sekarang hanya kenyataan pahit yang ku terima,
Aku bukan obat,
Ketika sakit kau cari, disaat sembuh kau lupakan.
Munafik,
Aku bukan anak kecil yang bisa kau bodohi,
Aku hanya kasihan,
Karena kau tak punya rumah untuk pulang,
Tapi disaat aku ada sebagai rumah,
Kau anggap layak barang sewa-an,
Ditinggal sesuka hati tanpa bayar sewa kenangan.
Serakah,
Dengar baik-baik,
Aku ikhlas dilupakan,
Tapi aku tidak ikhlas dipermainkan,
Jika ingin pergi silahkan aku tak melarang,
Tapi jangan harap bisa kembali.
Ingat mulai detik ini,
Dulu yang kau sebut rumah ini,
Sekarang pintunya kututup,
Kuncinya kubuang kelaut.
Berbahagialah,
Tapi ingat,
Penyesalan ada disetiap langkahmu,
Disaat kau melupakanku,
Aku selalu ada untukmu.
Dan itu adalah penyesalan terbesarmu.
Bondowoso, 02 Juni 2026