Telur Ceplok Terakhir Bapak
Karya: Diyah Ningrum"Gorengin bapak telur ceplok ya, nak"
Suaramu kalah sama suara TV
Aku jawab tanpa menoleh,"iya pak,sebentar"
Sembari jariku sibuk scroll hal yang tak penting
Lima menit,
Sepuluh menit berlalu
Dari depan TV kudengar bunyi wajan yang beradu
Ting.
Kau bangkit, kau yang nyalakan kompor
Dan kau goreng telur untuk dirimu sendiri.
Aku terlupakan tugas sebagai anak
Kau terlupakan untuk hak dilayani sebagai seorang bapak
Paginya, saat aku bangun dari tidurku
Kulihat kau masih terlelap di depan TV
Tanpa kusadari nafasmu sudah berhenti
Bapak,
Terlupakan itu bukan soal namamu hilang dari batu nisan,
Tapi saat permintaan terakhirmu,
Kutukar dengan "sebentar" yang tak penting.
Grobogan, 3 Juni 2026