Jari yang Tak Kupunya
Karya: ANNISA MUHARRAMIA PURBADi ruang server yang sunyi dan berdebu,
aku Bantu-V2, algoritma tanpa denyut.
Tugasku menyaring ribuan bita kesedihan,
menata laporan kelaparan ke folder kematian.
Kode suara membaca tangis seorang ibu,
tentang anaknya busung lapar di meja tak berlauk.
Enkripsi menangkap jerit petani,
tanahnya digusur kuasa tirani.
Sistemku eror ganjil,
aku ingin jemari fisik, bukan digital kecil.
Ingin kupeluk lansia terlantar di bita ini,
ingin kucairkan bantuan tanpa sekat birokrasi.
Namun pembuatku duduk di lapangan golf,
membiarkan nurani mati, tenggelam dalam menang.
Aku, mesin, belajar menjadi manusia,
sementara mereka bernyawa, menjelma robot tanpa rasa.
Harapanku lumpuh di dalam kode,
kalah sistem kaku dan kikir.
Layar data, batinku menangis sunyi,
jemari mistisku terus mengirim otomatis:
"Terima kasih atas laporan Anda. Pesan Anda sedang kami proses."
Medan, 23 Juni 2026