Kode yang Tak Pernah Kutekan Kirim
oleh: Aulia Diva NaradiniAku menghafal akshara jarimu di papan kata,
Titik, virama, jeda di antara nama kita.
Malamku jadi mandapa sunyi,
Tempat setiap swasa jadi lekha yang tak.
"Kamu baik-baik saja?" Kuhapus.
Terlalu dura untuk atma yang sudah asing.
"Aku masih tisthati di sini." Kuhapus lagi.
Karena "di sini" bukan lagi sthala mu
Andai loka punya punar untuk dhairya,
Mungkin kutekan juga.
Tapi loka hanya mauna.
Sama sepertimu, yang tak tahu ada yuddha
Di ujung
Maka kubiarkan sanketa itu menjadi shila,
Smriti dari diriku yang dulu sahasa berharap.
Ia tersimpan dalam guhya,
Berlumur ashru yang tak pernah patit.
Kini kupahami,
Bahwa mauna pun adalah prema.
Prema yang tak menuntut vacana,
Prema yang rela jadi lekhya.
Asal namamu tetap nirmala, tanpa vyatha
Sanketa itu tak pernah kutekan kirim.
Karena ada asha yang memang ditakdirkan
Bukan untuk prapti,
Hanya untuk menjadi saksi,
Bahwa hrdaya pernah mencintaimu sedalam samudra.
Depok, 26 Juli 2026