RASA YANG TERLUPA
Karya: Aurelia Fika RamadaniDi batas senja yang memudar,
kutemukan namamu terukir samar dalam buku ingatan.
Dulu, ia begitu benderang bagai bintang gemintang
Kini meredup, tertelan sunyi nan panjang.
Tiap detik adalah usaha memintal jarak,
menghapus jejak yang tertinggal di setiap sudut sajak.
Ada rindu yang dipaksa membeku,
ada kenangan yang harus kuantar menuju masa lalu.
Bukan berarti aku lupa,
hanya saja, bertahan pada bayangmu adalah luka amerta.
Kini biarkan waktu menyapu bersih tiap jejak,
perlahan merangkai hati yang retak.
Kutatap buku usang tentang kita,
dan membiarkan lembaran baru terbuka.
Dirimu, terlupakan sejenak dari benakku.
Seolah beban nan membelenggu —
jiwa dalam perihnya lara.
Langkah ini menghapus kelabu —
yang tercipta dari masa lalu.
Senduku bukan berarti aku ragu,
namun lambang ikhlas dari kalbu.
Kulon Progo, 5 Juni 2026