Riuh yang Tak Bersuara
Karya: AZZKA ALFATUN NISAAku mengagumimu seperti langit menyimpan senja,
diam-diam tanpa meminta untuk dimiliki.
Namamu singgah di benakku begitu saja,
seperti cahaya yang datang lalu menetap di hati.
Kau hadir bagai hujan pertama di musim kemarau,
menyentuh tanah yang lama menunggu teduh.
Sedang aku hanya sehelai daun yang jatuh,
menyimpan kagum tanpa pernah mengeluh.
Tak ada keberanian mengetuk pintu hatimu,
aku hanya belajar mencintai dari kejauhan.
Sebab tak semua rasa harus bersuara,
ada yang cukup hidup dalam pengharapan.
Dan bila suatu hari kau tak pernah tahu,
biarlah angin menjaga rahasia ini.
Bahwa pernah ada seseorang di sudut waktu,
yang mengagumimu dengan tulus dan sepenuh hati.
Purbalingga, 31 Mei 2026