Dinara Agridia Hermanto - Angan Patah Sayap (LCP 47)

📅 28 Juni 👁 Memuat...

Angan Patah Sayap

Karya: Dinara Agridia Hermanto



Aku beri nama lena ku bulu angsa,
Mengira bayu akan membawanya ke cakrawala purnama.
Tapi hampa lebih dulu singgah,
Menarik napasnya sebelum sempat menjadi permohonan.

Kudengar namamu di sela sela hasrat,
Sebisik rindu yang ku kubur dalam diam.
Tetapi lidahku terlanjur membeku,
Doa itu membangkai jadi batu di tenggorok.

Lihatlah, anganku menyusut di tanah luka,
Bukan karena badai, tapi karena aku takut,
Takut jika sayapku menggores ruang-mu.
Aku pilih vedana sendiri,
Agar kau tetap utuh dalam angan yang tak pernah kau sapa.


Kini aku hanya manusia yang abhyasa runtuh,
Mahir berdarah dalam mauna.
Karena beberapa angan memang ditakdirkan patah,
Agar semesta ingat, ada asa yang paling suci.


Madiun, 28 Juli 2026