Nama yang Pernah Kau Simpan
Karya: Elva YeniDulu, namaku begitu istimewa,
bahkan senja pun kalah memesona.
Di setiap rindu yang menyapa,
kaulah yang paling sering menyebutnya.
Namaku pernah hidup di bibirmu,
mengalun ringan bersama tawamu.
Kini, ia hanya rangkaian huruf bisu,
kehilangan makna di antara waktu.
Dulu, namaku adalah cerita,
tempat suka dan duka berpijak bersama.
Kini, ia menjelma bayang semata,
hadir sesaat lalu lenyap tanpa suara.
Sering kali aku berharap,
meski hanya sekali dalam hidupmu yang singkat,
namaku kembali kau sebut dengan hangat,
seperti dahulu, saat rasa masih lekat.
Sebab namaku bukan sekadar kata,
ia adalah saksi dari kisah yang pernah ada.
Tentang dua hati yang berjalan bersama,
menembus hari-hari penuh tawa dan air mata.
Namun waktu rupanya lebih berkuasa.
Ia perlahan menghapus jejak yang tersisa.
Kini namaku tak lagi istimewa,
hanya seuntai kata yang pernah kau cinta.
Dan aku belajar menerima,
bahwa tidak semua yang pernah bermakna
akan tetap tinggal selamanya.
Sebagian hanya menjadi kenangan,
yang sesekali pulang dalam doa.
Yogyakarta, 04 Juni 2026