Setengah Nama di Ujung Doa
Karya: FAJAR IBNU PRASETYOKipas angin berputar tanpa tujuan,
menjaga malam agar tidak jatuh terlalu dalam.
Tokek berbicara dari sudut yang tak terlihat,
saksi bisu atas meja yang lelah menunggu.
Lagu yang sama mengalun untuk kesekian kali,
bukan karena indah, tapi karena aku tidak tahu
cara menghentikan sesuatu yang sudah terlanjurmelingkar di bagian dalam dadaku.
Selesai sujud, aku berbisik mmalu-malu,
menyebut namamu kepada langit yang sedang serius.
Tubuhku menghangat seperti kertas
yang terlalu lama dipegang sebelum ditulis.
Bolehkah doa seperti ini?
Aku yang masih terseok mengejar cinta-Nya,
tapi sudah nekat menitipkan satu nama lagi
di antara permohonan yang belum terjawab.
Jika tidak, biarkan mataku menjadi arsipnya
menyimpanmu di rak yang tidak bernomor,
tempat kisah yang tak pernah berani tumbuh
tetap hidup dalam diam yang cukup.
Aku berdoa akan dirimu agar kau bahagia selalu dalam doaku.
Karanganyar, 1 Juni 2026