Ketika Semesta Lupa, Ia Masih Menjaga
Karya: Alyka Rase JianislamyKetika Semesta Lupa, Ia Masih Menjaga
Di bahu senja yang mulai keriput,
Lelaki renta menanam rindu di jalan yang tak pernah surut.
Kota menelan bunyi, klakson jatuh bak hujan logam,
Namun matanya menatap pintu yang terkunci dari alam.
Ia datang membawa tas sisa hari,
Seperti burung tua yang lupa arah, namun sayapnya masih menari.
Orang-orang menyebutnya lupa,
Padahal ingatanlah yang terlalu setia menjaga segalanya.
Sebab kematian hanyalah kabut yang tersesat,
Bukan akhir cerita yang harus segera tamat.
Jalan itu menjelma altar sunyi, tempat harapan dibakar perlahan,
Menjadi abu yang tak pernah hilang ditelan zaman.
Waktu adalah pencuri lihai, mencuri nama hingga ingatan terang,
Namun ia gagal mencuri cinta yang tersimpan lapang.
Ketika semesta mengucapkan selamat tinggal,
Hatinya tetap menunggu di halte yang sama, tanpa sangkal.
Jakarta, 21 Mei 2026