Alamat Tidak Ditemukan
Karya: Febriana NurhidayahSenja menenun namaku
dari benang-benang cahaya yang patah.
Waktu datang sebagai tukang arsip,
melipat musim ke dalam laci-laci langit,
lalu menghapus jejakku
dari peta yang pernah kau hafal.
Aku pernah menjadi jendela
tempat burung-burung menitipkan pulang.
Kini sayap mereka
hanya meninggalkan bayang
di halaman yang lupa
cara mengenali langkah.
Hujan menyimpan suaramu
di dasar sumur gema.
Sementara angin,
tukang pos yang kelelahan,
mengembalikan setiap rindu
dengan cap: alamat tidak ditemukan.
Barangkali terlupakan
bukanlah saat seseorang menghilang.
Ia adalah ketika namanya masih hidup,
namun tak lagi memiliki ruang
untuk singgah di dalam doa.
Dan seperti senja,
aku menggantungkan cahaya terakhir
pada ranting-ranting petang.
Sebab tidak semua burung
ditakdirkan pulang ke sarang yang sama,
sebagian harus tersesat di langit asing
agar menemukan arah terbangnya sendiri.
Yogyakarta, 3 Juni 2026