Monolog di Ruang Tunggu
Karya: Ferina Dwi SafitriAku masih berjibaku dengan kesendirian,
ketika senja membawaku pada episode indah dalam hidupku.
Senja mengajakku mengingatmu dengan khusyuk,
sampai akhirnya aku tersadar
kita sedang menapaki jalan yang berbeda.
Dengan jarak yang membentang,
fakta yang aku benci adalah
kita hanya bisa menciptakan rindu
tanpa bisa mewujudkan temu,
hingga pedang rindu menikam kalbu.
Kini, ruang tunggu ini terasa semakin sesak dan hampa,
setiap sudut kota mendadak riuh mengeja namamu yang jauh.
Aku terjebak dalam labirin ingatan
yang sengaja kamu tinggalkan,
meratapi takdir yang gemar mempermainkan perasaan kita.
Membiarkan kisah indah kita
kini perlahan terlupakan oleh sang waktu yang kejam,
mengubur semua mimpi bersamamu dalam keheningan malam yang sunyi
tanpa ada kehangatan lagi.
Bekasi, 28 Mei 2026