Di Antara Jarak dan Doa
Karya: Hafni MasdiatiNamamu datang seperti senja,
tenang, namun meninggalkan warna.
Ia singgah di ruang-ruang hati,
lalu menetap tanpa permisi.
Aku tak pernah pandai berkata,
maka kusimpan kagum dalam diam.
Seperti bulan yang setia pada malam,
aku memandangmu dari kejauhan.
Rindu tumbuh sebagaimana waktu,
perlahan, namun tak pernah beku.
Ia menjelma doa-doa kecil,
yang berlayar di langit sunyi.
Jika suatu hari takdir berpihak,
biarlah semesta menyikap rahasia.
Bahwa di balik diam yang panjang,
Ada cinta yang dijaga dengan setia.
Pekanbaru, 03 Juni 2026