Di Antara Riuh yang Tak Kau Dengar
Karya: SILFI PRIMA PUTRIAku menyimpan namamu di lipatan senja yang enggan pulang, di sela halaman buku yang tak pernah selesai kubaca.
Kau adalah lalu-lalang musim yang singgah tanpa janji, meninggalkan jejak pada tanah yang tak sempat bersiap.
Aku mengenalmu seperti langit mengenal hujan: tak selalu bertemu, namun selalu menunggu.
Maka kubiarkan kagum ini bertumbuh diam-diam, menjelma bunga liar di tepi jalan yang jarang dilirik.
Tak perlu kau petik.
Cukup hidup di bawah cahaya yang sama, menyaksikan waktu berlalu dengan caranya yang rahasia.
Sebab beberapa perasaan ditakdirkan menjadi doa, bukan tujuan.
Menjadi bait-bait yang ditulis malam, lalu disembunyikan pagi agar tak seorang pun tahu
bahwa pernah ada seseorang
yang namanya lebih sering berkunjung ke hati
daripada ke kehidupan.
Tapus, 3 Juni 2026