Harry Agus Wandi - Di Ujung Sujud Ibu (LCP 47)

📅 30 Juni 👁 Memuat...

Di Ujung Sujud Ibu

Karya: Harry Agus Wandi


Nak,
sebelum fajar menyentuh jendela,
namamu telah lebih dahulu
berlabuh di ujung sujudku.
Di sana, aku menjahit harapan
dengan benang-benang doa
yang tak pernah putus oleh waktu.

Tak ada yang lebih kupinta
selain langkahmu tetap mengenal pulang
bukan sekadar ke rumah yang kita tinggali,
melainkan kepada Tuhan
yang menggenggam seluruh arah kehidupan.

Kelak, dunia akan mengajarimu
bahwa menjadi lelaki
bukan tentang seberapa tinggi suaramu,
atau seberapa kuat genggaman tanganmu.
Melainkan tentang seberapa teguh
kau menjaga amanah,
seberapa lapang dadamu memaafkan,
dan seberapa lembut hatimu
kepada mereka yang lemah.

Anakku,
hidup tak selalu ramah.
Akan ada jalan yang dipenuhi duri,
akan ada langit yang enggan meminjamkan cahaya.
Namun jangan biarkan kepahitan
mengubah hatimu menjadi batu.
Sebab lelaki yang sejati
adalah mereka yang tetap menebar kasih
meski berkali-kali disakiti.


Sei Rampah, 30 Juni 2026