Surat yang Tak Pernah Sampai
Karya: SandariKupungut harap dari ujung senja,
lalu kuselipkan di sela doa yang diam.
Kupikir angin akan membawanya pulang,
namun langit hanya menyimpan gema.
Ada nama yang tak lagi kupanggil,
ada rindu yang memilih tinggal menjadi sunyi.
Aku belajar bahwa tidak semua harapan
ditakdirkan untuk menemukan pelabuhan.
Sebagian tumbuh menjadi ikhlas,
sebagian lagi menjelma kenangan yang menguatkan.
Meski tak pernah sampai ke tujuan,
harap itu telah mengajariku bertahan.
Dan ketika esok membuka pintunya,
aku akan melangkah tanpa menyalahkan waktu,
sebab setiap doa yang tertunda
selalu menyimpan jawaban dengan caranya sendiri.
Ambon, 29 Juni 2026