Sekotak Malapetaka
Karya: Hasna Shofia Dzihni AlfadhilaNapas tersengalku mendadak diam
Menjelma udara sore rumah itu
Aku yakin ini bukan tetiba
Sepertinya seseorang terus memanggilku
Luka itu terasa sakit
Walau tertutup beribu lapis kebaikan semu
Pikiranku meraba memori gila
Saat Tuhan menarikku dari cahaya-Nya
Kematianku hampir di tenggorokan
Berlebihan kalau kukatakan sudah tua
Tali takdir yang terasa semrawut
Nyatanya itu naskah terbaik Tuhan
Aku kagum pada-Nya
Bagaimana Ia mengatur hidup kita
Bagaimana Ia memberi sekotak hadiah
Setiap hari
Meski kadang
Di mata kita
Adalah malapetaka
Tuhan,Terus hadirlah dalam langkahku
Aku tak tahu sampai kapan akan sadar
Bahwa mengagumi adalah cukup
Cukup menjadi makananku
Bak sepiring sego karak
Aku kagum bagaimana ia hadir
Di depan mataku
Menjadi darah yang mengalir
Menjadi kekuatan
Menjadi sejuta makna
Bagi yang memaknai
Maka, izinkanku bertanya,
Aku tidak terlambat, kan?
Untuk mengagumi-Mu
Bandung, 1 Juni 2026