aku belajar pulang
Karya: Jeni septiantiBukan jam weker yang membangunkanku,
Tapi suara sapu ijukmu menyentuh tanah.
Jam lima tepat, tanpa pernah alpa,
Kau panggil matahari pulang ke rumah.
Aku mengagumi caramu menyembunyikan letih
Di balik senyum yang selalu utuh.
Kau bilang, “Ibu tidak apa-apa,”
Padahal matamu menyimpan seribu cerita.
Aku mengagumi caramu menyebut “cukup”
Saat dompetmu sebenarnya menjerit pilu.
Kau jahit baju robekku tengah malam,
Sementara jarum waktu menusuk lehermu.
Ibu, tegasmu adalah perisai, letihmu adalah doa.
Dari caramu tersenyum, aku belajar pulang.
Ternyata rumah bukan soal atap dan dinding,
Rumah adalah kamu yang selalu percaya aku bisa.
Ibu,terima kasih telah menjadi tempat pulang,
tempat dimana aku merasa tenang,
tempat dimana aku merasa aman,
tenpat dimana aku merasa nyaman.
Pangkep, 04 juni 2026