Riak Rahasia di Batas Pandang
Karya: Kartika Alyani SalwaAku menetap pada jarak yang paling sunyi,
Menatap caramu merajut waktu tanpa pernah menyadari.
Ada pendar halus yang menyala di lengkung senyummu,
Sebuah simfoni tanpa suara yang melarutkan angkuhku.
Kau adalah ketukan ritme yang menghidupkan sepi,
Sinar temaram yang menyelinap di sela jemari.
Tidak ada tuntutan untuk memiliki atau mendekat,
Sebab bagiku, melihatmu utuh adalah karunia paling pekat.
Kekaguman ini tumbuh bagai lumut di balik batu,
Sembunyi, namun kukuh menopang rindu yang kelu.
Kau bergerak seperti angin di atas hamparan gandum,
Meninggalkan jejak estetik yang membuat jiwaku kagum.
Biar khayalku melukis wajahmu pada kanvas malam,
Menyimpan pesonamu dalam palung ingatan yang dalam.
Sebab mengagumimu adalah seni mencintai yang paling suci,
Tanpa suara, tanpa batas, abadi di dalam sanubari.
Tebing Tinggi, 02 Juni 2026