Terlupakan
Karya: Maya Antika aduAku pernah berjalan cukup jauh tanpa arah yang pasti karnah
Aku mengira setiap singgahan adalah tujuan padahal hanya sejah yang pandai menyamar......
aku terlalu lelah untuk kalau kamu datang tanpa suara yang pasti aku tidak membawa janji besar tidak memaksa
apa-apa memang perlahan Yang bising di dalam diri meledak hilang
Sungguh membuatku merasa sakit'
dan jika suatu saat aku melupakan mu bagian mana hati ini kan pulang
hnya pada tempat yang Sempurna.itu.?
Mungkin benar,
kita masih sama-sama ingin dilupakan
mengingat hal-hal yang pernah membuat hati
terasa pulang....
Namun waktu mengajarkan
bahwa tidak semua yang indah
harus tetap tinggal.
Dan tentang cinta
yang perlahan menerima kehilangan itu,
mungkin memang begitulah cara hati belajar:
tetap mengenang,
tanpa lagi memaksa untuk kembali.
Biarlah rembulan saja
yang menyimpan cerita kita malam ini,
sementara kita perlahan belajar
menjadi asing
tanpa saling membenci.
Dan aku sadar
Tak semua luka
harus segera sembuh untuk disebut kuat.
Kadang bertahan melewati hari
sudah menjadi keberanian yang besar.
Aku tahu ada kenangan
yang datang seperti hujan malam,
diam-diam jatuh
namun membasahi seluruh hati.
Dan tentang seseorang yang Terlupa itu,
mungkin ia memang pernah memberi kebahagiaan
tetapi tidak semua yang memberikan kebahagiaan
ditakdirkan untuk tinggal.
Suatu hari nanti
kau akan berjalan tanpa sesak yang sama,
dan luka yang hari ini terasa dalam
akan berubah menjadi pelajaran
yang tak lagi menyakitkan...
Malam selalu pandai
membuat kenangan yang terlupakan kembali duduk
di sudut pikiran yang paling sunyi.
Tentang namamu,
aku sudah belajar menyebutnya
tanpa berharap banyak lagi.
Meski kadang hati ini rindu
Namun aku tahu,
beberapa cerita memang tidak hilang,
mereka hanya berubah
menjadi kenangan yang hidup perlahan
di dalam diri seseorang.
Dan jika malam ini
kau juga sedang memandang langit yang sama,
aku harap semesta menjaga hatimu
lebih baik daripada caraku dulu.
Tuasene 1 Juni 2026