KATA YANG TERTINGGAL DI DADA
Karya: MIRNAWATI MAHMUDPada retak telapak tanganmu,
kutemukan peta panjang menuju masa depanku.
Di bawah terik yang membakar siang,
kau menukar lelah dengan harapan,
agar langkah kecilku tak berhenti di tengah jalan.
Sering kali aku ingin berkata
bahwa aku mengerti arti keringat yang jatuh dari dahimu,
bahwa setiap tetesnya menjelma jembatan
yang mengantarkanku pada mimpi-mimpi.
Namun kata-kata itu selalu kalah oleh waktu.
Mereka hanya tinggal di sudut dada,
menjadi harapan yang tak tersampaikan.
Ayah, jika kelak aku berhasil meraih cita-cita,
aku ingin kau tahu bahwa keberhasilan itu
lahir dari doa-doa yang kau sembunyikan dalam diam.
Dan sebelum usia membawa kita semakin jauh,
izinkan aku menyimpan satu harapan:
semoga aku mampu membalas kasihmu,
meski tak akan pernah sebesar pengorbananmu.
TIDORE, 23 JUNI 2026