Lembayung Biru
Karya: Mirza Kayla RofifahHari ini genap 1.645 hari
Aku masih memikirkannya lagi
Tawa, senyum, amarah, dan segala ekspresi
Membuatku tersenyum berulang kali
Andai
Aku diberi keberanian untuk menyatakan rasa
Mungkin hari ini aku akan jauh lebih bahagia
Dan senyumku tak perlu lagi berpura-pura
Namun apalah daya
Aku hanya manusia tak bernama
Mengenalku pun mungkin ia tak sudi
Maka izinkan aku mengenangnya dari jauh di sini
Sebulan lalu
Ia tampak gusar dengan baju kebanggaannya
Wajahnya gelisah menggenggam sebuah amplop biru
Lalu ia bertemu seorang gadis nan rupawan
Dan diberikanlah amplop itu
Aku tak merasa sakit
Melihatnya memiliki gadis yang begitu memikat hati
Yang tersisa hanya senyum penuh peduli
Biarlah aku tetap berdiri di sini
Seminggu lalu
Gadis nan ayu itu datang menemuiku
"Apa yang membawamu kemari?" tanyaku
"Ini surat dari abangku," jawabnya lirih
Kulihat sekilas amplop itu
Tak mungkin aku sebegitu dungu
Aku mengenali amplop biru yang lucu
Aku menangis haru
Kubuka perlahan dengan hati berselimut sembilu
Tulisan itu tampak jelas meski tergesa
Di sudut kertas tertulis namaku yang lama kusembunyikan
"Tunggulah aku, gadis nan ayu rupa."
Dari Mahardika
Untuk Lembayung Biru
Nganjuk, 31 Mei 2026