Api Penyucian
Karya: Muhammad Akbar RiadiPernah sekali aku gila mencinta.
Kehilangan akal sehat bak orang sinting,
walau jiwa ini dasarnya pemurung.
Berlagak seperti penyair macam Kahlil Gibran,
sungguh aku tak menyukai apa yang tak indah.
Kecemburuan memenuhi jiwaku yang hampa,
hingga jatuh ke lubang sengsara.
Mati semati-matinya bagaikan nabi,
lalu terlahir kembali laksana almasih.
Orang itu dan memori yang terlupakan, ke mana perginya?
Yang kutahu aku menatap najis arwahnya,
lebih rendah dari manusia itu sendiri.
Namun, ruh itu adalah diriku.
Sebab aku enggan menyalahkan seorang insan.
Aku rasa aku sudah bersih dari dosa,
walau api penyucian menyisakan sedikit titik.
Katanya api cemburu itu bergairah,
Dan hanya yang tak berjiwa yang mengharamkannya!
Tetapi apakah aku benar terlahir kembali?
Atau aku masih serpihan masa lalu yang menolak terlupakan?
Lebih baik jalani saja hidup sebaik-baiknya.
Malang, 4 May 2026