Angin pun iri padamu
Karya: Muhammad Azka IlhamiAngin pergi jauh, sangat jauh,
menyusuri jalanan yang bahkan peta pun tak kenal,
tapi setiap kali pulang, ia diam saja —
karena tahu, perjalanannya belum menghasilkan apa-apa
dibanding sekali tatap matamu.
Aku tidak mengerti cara kerjanya,
bagaimana seseorang bisa hadir
dan membuat semuanya terasa berbeda.
Bunga di tepi jalan tiba-tiba lebih berwarna,
langit sore seolah sengaja berdandan.
Angin pun merasakannya —
ia yang bebas, tak berbentuk, tak tertahan,
tiba-tiba ingin punya wajah,
ingin punya nama,
supaya bisa dipanggil seperti kau dipanggil.
Tapi ia hanya angin.
Dan kau, kau adalah sesuatu
yang tidak bisa ia tiru
meski sudah mencoba
sepanjang musim.
Maka ia memilih iri saja,
berhembus pelan di dekatmu,
berharap sedikit keindahanmu
jatuh dan ia bawa pergi —
sebagai kenangan,
bahwa ia pernah dekat
dengan seseorang sepertimu.
Pelaihari, 4 juni 2026