Hangat Semu
Karya: Vatihani Syifaan EdryansyahPerihal menunggu, aku cukup mahir,
meski aku sadar, terkadang hadirku tak berarti.
Bahkan saat aku merasa terlupakan,
aku masih terbelenggu memeluk waktu hadirmu.
Dalam sepi, pikiranku berkecamuk,
seakan dipaksa untuk merelakan.
Padahal, rasaku masih dalam kebingungan,
menyusun teka-teki tanpa petunjuk yang jelas.
Bagaimana mungkin aku bisa tenang?
Jiwaku masih dipeluk bayang yang mengaku "sayang",
namun, hanya kekosongan yang kurasakan.
Hampa sekali rasanya, meski di tengah deru tawa.
Dengan lantang, mereka bilang "tinggalkan saja",
sedang aku masih terdiam, mematung mencari arti.
Bagaimana bisa, sejauh ini aku yang terlupakan?
Perasaan kali ini rumit sekali rasanya.
Jakarta, 04 Juni 2026