Paras Ayu
Karya: Muhammad Jauharul Ma'sumKau bukanlah sang Matahari yang menyinari Bumi,
bukan pula Bulan yang menerangi masa sunyi,
namun aku melihatmu bagai cahaya yang bersinar.
Cukuplah berdiri di kejauhan untuk menggapai indahmu.
Dalam diamku yang sunyi,
kau datang mengetuk lorong-lorong pikiranku.
Matamu merajai keagungan di hati,
melihatmu indah bagai cahaya mentari.
Engkau hadir bagai sinar yang membawa kehangatan.
Apa yang dingin perlahan terusir,
parasmu yang ayu membelah kedinginan senjakala,
perlahan kehangatan menyertai.
Biarlah agungmu itu menjadi doa,
untuk apa yang akan dibawa senja.
Sebab apa yang teragung tak harus dimiliki,
melainkan tentang mengagumi apa yang ada.
Cirebon, 4 Juni 2026