Mengagumi
Karya: Muhammad Sandi AkbarMengagumi
Kaynala,
namamu sering melintas di pengeras suara sekolah,
mengiringi tepuk tangan yang tak pernah benar-benar sepi.
Sementara Argara hanya duduk di antara kerumunan,
menjadi saksi dari mimpi-mimpi yang kau menangkan.
Orang-orang mengagumi piala yang kau bawa pulang,
tetapi Argara lebih kagum pada langkah-langkah kecilmu,
pada malam yang mungkin kau habiskan bersama buku,
pada lelah yang kau sembunyikan di balik senyum.
Kau seperti cahaya yang tak meminta untuk dilihat,
namun tetap mampu menerangi sekitar.
Dan Argara memahami satu hal sederhana:
mengagumi bukan berarti mengejar bayanganmu,
melainkan menjadikan semangatmu sebagai arah.
Sebab dari setiap prestasi yang kau ukir,
ia belajar bahwa mimpi tak datang sendiri,
melainkan dijemput oleh usaha yang tak pernah berhenti.
Di sekolah