Terlupakan namun kukagumi
Karya: Hasnawati TaneoAku jalan setapak di belakang rumah tua
Rumput liar menutup namaku
Tak ada jejak kaki, tak ada suara
Dulu kau lewati aku tiap senja
Aku bukan jalan raya yang megah
Tak ada lampu, tak ada papan arah
Tapi dulu kau bilang:
“Di sini anginnya paling jujur, paling ramah”
Kini aku terlupakan
Diganti jalan tol yang cepat dan bising
Tapi aku mengagumi caramu berjalan dulu
Pelan, seakan tak ingin cepat sampai
Aku mengagumi caramu menunduk
Memungut batu kecil untuk bekal cerita
Mengagumi caramu diam
Saat jangkrik mulai bicara
Biarlah aku lapuk dimakan musim
Biarlah namaku hilang dari peta
Asal sekali saja, dalam ingatanmu
Aku pernah jadi tempat paling tenang sedunia
Sebab yang terlupakan tak selalu sia-sia
Kadang ia hanya sedang menunggu
Untuk dikagumi sekali lagi
Oleh hati yang sama, di waktu yang berbeda
Hasnawati Taneo
Kupang Selasa 2 Juni 2026