Selegam Obsidian
Karya: Naia ChairunnisahMalam tenang bertemankan angin dan rembulan, ciptaan-Nya yang rupawan hadir di tengah kecamukanku
Waktu pun seolah setuju,
berhenti ia sejenak
Degup jantung mengalun bagai irama indah,
mengisi sunyi yang tak lagi terasa sepi
Ingin rasanya kuabadikan alunan itu,
menyimpannya dalam ruang yang tak tersentuh waktu
Lalu, aku terperangkap–
terkunci pada sepasang mata selegam obsidian
Hingga tanpa sadar aku hanyut di dalamnya,
tanpa tahu sudah terikut arus tatapannya
Terlalu jauh aku mengira,
semua ini akan bermuara pada sebuah cerita
Nyatanya, pertemuan itu singkat, tetapi membekas
menyisakan rasa yang tak tuntas
Dan akhirnya aku jatuh–
sejatuh-jatuhnya
Mengagumi ciptaan-Nya,
tidak harus memeluk bahkan memilikinya bukan
Medan, 15 Juni 2025