PELUKAN TANPA SUARA
Karya: NAILA FAUJIMA ALUAyah, dulu pelukanmu adalah rumah tempatku berlindung,
Kini, dekapan itu hilang, menyisakan ruang yang terasing dan mendung.
Tak ada lagi hangat dada bidang yang mendekap erat,Hanya ada sepi yang kini terasa begitu pekat.
Rinduku memanggil, mencari sosok yang telah tiada,Mengirimkan doa di setiap sujud dalam jeda.
Pelukan kita tak lagi sama seperti masa itu,Kini angin malam yang menggantikan dekapmu, membelai lembut wajahku.
Setiap kenangan tentang genggaman tanganmu,
Menjadi kekuatanku untuk terus melangkah maju.
Meski raga kita tak lagi berjarak dalam dunia yang fana,Pelukanmu akan selalu abadi di dalam dada.
Ambon,04 Juni 2026