Nayla Isyatur Rodhia - MENAKAR TAKZIM (LCP 46)

📅 02 Juni 👁 Memuat...

MENAKAR TAKZIM

Karya: Nayla Isyatur Rodhia


Kupanggil kau “yang mulia”
Di ujung gundah yang riuh
Rautmu seumpama purnama yang utuh
Menyulut sumbu di relung gua yang membatu

Adakah yang lebih ranum dari ronamu?
Jika ada, aku pun kembali menatapmu
Pada rupa yang tak pernah kutangkap
Sebab, mengagumimu adalah serenade yang senyap

Gagap aku menatap saujana riwayatmu
Mengalun suci pada lisan yang keruh
Kuratap hangat pada nasibku:
“Mengapa bukan aku si janda itu?”

Lalu aku tersentak pada lancangnya sebaris tanya
Bagaimana bisa aku yang penuh jelaga, ingin merebut singgasana?
Sedang untuk diingat wujudku saja,
Harus bergelut dengan sejuta takzim yang berebut tempat

Maka, di sisa ruang ini, biar kurawat cemburu yang keras kepala
Hingga kelak di hadapanmu...
Asmaku sempat kau eja


Sidoarjo, 1 Juni 2026