Elegi yang Terhapus oleh Waktu
Karya: Nur AzizahDi relung sunyi waktu, aku menjelma bayang-bayang yang kian pudar
terhapus perlahan oleh arus ingatanmu yang tak lagi berlabuh padaku
Dulu, kita adalah bait-bait indah dalam satu puisi tak bernama
mengalun lirih dalam harmoni rasa yang tak terucap
Kini, aku hanya metafora yang kehilangan makna
tergantung rapuh di antara jeda dan tanda baca kenangan
Rindu menjelma personifikasi luka, mengetuk tanpa suara
sementara sepi menjadi sahabat setia yang memeluk tanpa hangat
Waktu, sang tiran tak kasatmata merenggut jejak kita
menjadikan kisah ini sekadar alegori tentang kehilangan
Aku mencoba berdamai dengan paradoks perasaan
bahwa melupakanmu adalah cara paling menyakitkan untuk bertahan
Dan pada akhirnya, aku tenggelam dalam ironi
menjadi kenangan yang pernah hidup, lalu terlupakan
Bengkulu Utara, 3 Juni 2026