Kiblat Mimpi yang Berpindah Nyala
Karya: Qomariyah LubisMenara Al Azhar yang menjulang tinggi,
Aroma kitab-kitab tua,
Kini disekap dinding putih,
Tertahan selang infus penuh duka.
Pena berdebu di sudut meja,
Bersaing dengan botol obat penghitung sisa usia.
Dulu, jiwaku terbang mendahului raga,
Membayangkan langkah ditiup angin Kairo,
Mereguk ilmu disepanjang tepian Nil,
Merajut kisah di benua seberang.
Namun, akar hitam penyakit menjalar,
Merobohkan badan dalam perang sunyi di balik kamar.
Jarum jam berlomba dengan denyut yang kian samar,
Antara tubuh meluruh dan jiwa yang menolak pudar.
Kulukis amnesia pada mimpi yang sirna;
Melupakan hangat padang pasir,
Melipat jubah idaman yang urung kukenakan.
Penyakit ini boleh merampas duniaku,
Namun tatapan mataku menolak untuk runtuh.
Sebab pada ketegaran yang terus menyala,
Tak akan ia temukan cara untuk meredupkannya.
Kututup peta mesir dengan keikhlasan,
Yang entah kapan takdir kembali membukakan.
Manegen, 02 Juni 2026