Nur Azizah - Getar yang Pulang (LCP 47)

📅 27 Juni 👁 Memuat...

Getar yang Pulang

Karya: Nur Azizah


Pada relung malam yang berselendang kelam,
kutitipkan namamu pada desir angin yang berzikir.
Doa-doa menjelma pendar temaram,
mengembara di cakrawala sunyi yang tak terjamah nalar.

Tak lagi kutemukan suara dalam pinta,
ia luruh menjadi getar yang samar namun purba,
bersemayam di nadi waktu yang beriak perlahan,
mengalirkan harap pada takdir yang berselimut rahasia.

Aku menunggu—seperti bumi memeluk benih dalam diam,
meneguk gelap tanpa tanya, tanpa gentar,
sebab keyakinan telah berakar di palung jiwa,
menumbuhkan sabar yang tak lekang oleh resah.

Hingga fajar merekah dengan cahaya yang bersahaja,
jawaban itu hadir tanpa riuh, tanpa gelegar,
laksana embun yang jatuh di kelopak luka,
menyuburkan kembali harap yang nyaris gugur.

Kini kusadari, doa bukan sekadar kata yang melangit,
melainkan ziarah sunyi menuju kehendak-Nya,
yang pulang sebagai takdir paling lembut—
utuh, teduh, dan abadi dalam peluk makna.


Bengkulu Utara, 27 Juni 2026