Yang Paling Lama Menunggu
Karya: Riska Krisdayanti laseAku adalah mimpi
yang kautinggalkan di meja belajar.
Di antara debu dan halaman yang menguning,
aku menunggumu pulang bertahun-tahun.
Dulu kau memanggil namaku kepada langit,
dengan tangan kecil dan mata penuh cahaya.
Namun waktu menuaimu.
Anak kecil itu perlahan berhenti berlari.
Kau tumbuh dewasa,
sedang aku tetap tinggal
di sudut masa kecilmu.
Kau menyimpanku seperti buku lama,
terlupakan di sela kesibukan dan ketakutan.
Kini sayapmu telah menemukan langitnya sendiri.
Namun aku tak marah.
Sebab aku tahu,
kebahagiaanmu tak selalu harus bersamaku.
Maka aku akan tetap tinggal di meja itu,
di antara debu, halaman yang menguning,
dan cahaya sore yang masuk dari jendela.
Dan aku masih di sini,
menjaga harap yang pernah kau titipkan
pada tangan kecilmu.
Sebab yang paling lama menunggu
bukanlah rumah yang ditinggalkan,
melainkan harapan
yang tak pernah sempat tumbuh.
Perawang, 27 juni 2026