Sebelum pintu ingatmu tertutup
Karya: Nur HikmaAku hidup dalam bayangmu, Ayah.
Kehilanganmu tak tergantikan.
Ibu kuat, tapi kesepian tetap
menghantui hari-hariku.
Kau pergi tanpa pesan,
meninggalkan luka dalam hati.
Rumahku retak, hatiku terluka,
Kehilanganmu tak terobati.
Kau yang seharusnya jadi pelindung,
malahan jadi penyebab luka.
Kau yang seharusnya memberi cinta,
malahan memberikan kesepian.
Ayah, mengapa kau pergi?
Apakah kau masih mengingat aku sebagai anakmu?
Aku membutuhkanmu, Ayah,
tapi mengapa peranmu engkau lupakan?
Kau pergi, meninggalkan aku sendiri
tanpa bimbingan, tanpa kasih sayang.
Kau diam meninggalkan pertanyaan
Ayah, apakah aku bersalah?
Aku ingin merasakan kebanggaan,
memiliki ayah yang selalu ada.
Aku butuh contoh yang baik.
Aku butuh peranmu, Ayah.
Sinjai, 31 mei 2026