YANG SAMPAI LEWAT DIAM
Karya: Otoni HalawaKupanggil nama-Mu di sela napas yang patah,
berkali, sampai lidah hafal tanpa perlu kata.
Aku tak pernah benar-benar yakin
apakah Kau sedang sibuk, atau sengaja diam
sebab harap yang kupanjat tak juga kembali berbentuk,
hanya gema yang berputar, jatuh, lalu tenggelam.
Tapi pagi itu, tanpa kilat tanpa suara dari atas awan,
jawaban datang lewat hal yang tak pernah kuminta arahnya:
lewat tangan ibu yang memegang gelas air hangat,
lewat pesan singkat dari nomor yang lama tak bicara,
lewat seorang asing yang menahan pintu agar aku tak basah hujan.
Maka biarlah kusimpan ini sebagai catatan kecil saja:
bahwa langit tak pernah benar-benar jauh,
ia hanya menunggu aku berhenti menjerit,
lalu menyelipkan jawaban-Nya lewat diam yang utuh.
Bali, 27 Juni 2026