Rumah bernama kamu
Karya: puan syifa rahimahAku mengagumi tawamu,
tawa yang lepas, jujur, tanpa beban.
Tawamu obat yang nggak dijual di apotek mana pun.
Setiap kamu ketawa, dadaku yang sesak
mendadak lapang, seperti jendela dibuka
setelah lama dikunci.
Aku mengagumi kesetiaan kecilmu
yang dunia anggap sepele.
Kamu nanyain kabarku saat matamu sendiri lelah.
Kamu ngingetin aku sholat, pelan, tanpa menggurui.
Kamu anterin es krim saat kepalaku penuh dan hatiku badmood.
Hal kecil, tapi yang menyelamatkanku
dari hari yang hampir menenggelamkan.
Aku mengagumi kamu yang nggak pergi
saat aku berantakan dan air mataku tak bisa dikendalikan lagi.
Kau nggak banyak janji.
Kau cuma buka bahu dan bilang, “sini, pinjem bahu.”
Bersamamu aku paham,
rumah bukan dinding atau pintu.
Rumah adalah orang yang bikin kita
berani pulang walau dunia berisik.
Dan rumah itu adalah… kamu.
medan, 31 Mei 2026