Yang Tak Lagi Kau Kenang
Karya: Putri KhairunniswaDiri ini hanyalah lembaran usang
yang terhimpit di tengah masa.
Diriku pernah kau lafalkan
bak munajat yang tak pernah sirna.
Namun masa berlalu tanpa suara,
tapakku samar dalam relung memori.
Kau beranjak menuju terang,
sementara aku terabaikan dalam kelam.
Kini kucoba menyadari,
bahwa yang berlabuh tak selalu menetap.
Ada yang singgah
hanya untuk dipelihara dalam ingatan.
Di relung yang tak lagi kau hampiri,
masih kukenang perbincangan kita.
Untaian kata yang dahulu merekah bak kuntum,
kini luruh dan tak dapat dikumpulkan kembali.
Kiranya itulah takdir sejumlah ingatan,
yang lambat laun layu dan sirna.
Bukan karena tak bermakna,
melainkan masa yang terus bergerak.
Jika suatu saat kau menemuiku lagi,
mungkin aku telah menjadi debu kenangan.
Tak lagi memohon untuk dikenang,
tak pula berharap untuk dicari.
Sebab yang paling hening bukanlah perpisahan,
melainkan saat seseorang masih berusaha mengenang,
sementara namanya telah lama
terlupakan.
Medan, 05 Juni 2026