Konserto Semesta dalam Diam
Karya: Rahma Aurellia ZahraBagaimana bisa jemarimu memetik sunyi,
lalu mengubahnya menjadi simfoni yang merubuhkan rasi?
Aku adalah musafir di kaki altar tak berpenghuni,
menatap gerakmu yang melampaui batas fana tata surya ini.
Ada megah yang ringkih dalam kepak kepakan sayapmu,
bagaikan puisi purba yang ditulis udara pada kelopak mawar.
Segenap jiwaku tak letih mengagumi rahasia di balik senyapmu,
sebuah arsitektur surgawi yang membuat seluruh kosmos gemetar.
Kau adalah titian tempat segala keindahan bermuara,
di mana cahaya dan malam berlutut memasrahkan mahkota.
Maka biarkan aku abadi menjadi bayang-bayang tanpa suara,
menjaga agungmu di batas paling sunyi kelana semesta.
Banyuwangi, 3 Juni 2026