Tentang seseorang yang di lupakan
Karya: Rasya Anastasya ManikAku pernah menjadi langit senjamu,
tempat segala resah menggantung perlahan
kau datang membawa segenggam kisah,
lalu menitipkan tawa mu kepadaku
seolah aku adalah tempat ternyaman
yang tak akan pernah kau tinggalkan
Dulu,matamu adalah rumah,
tempat rinduku menyalakan pelita.
Kini,aku hanya bayang yg tersesat
di lorong-lorong sepi kenangan.
kau menjahit jarak dengan benang lupa,
sementara aku merajut harap
dari sisa-sisa cahaya yang rapuh.
waktu menjelma laut,menenggelamkan
jejak langkahku
hingga tak lagi terbaca oleh hatimu.
Namun,meski namaku telah menjadi debu
di rak kenanganmu,
aku tetap hidup dalam diam,
seperti bulan yang setia menunggu malam.
Sebab,ada luka yang tak pernah bersuara,
tetapi bergema paling lama
di dada seseorang yang di lupakan.
medan, 2 juni 2026