Hanya Saat Ada Keinginan
Karya: Refpi SariSering kali dilupakan,
hingga tak heran lagi...
jika tak ada yang menyapa,
tak ada yang bertanya kabar.
Rasanya nyesak di dada,
lucunya... dulu kita sedekat urat nadi,
kini jarak kita sejauh matahari.
Dulu, kau ku anggap rumah tempatku pulang,
saat ku merasa lelah.
Tapi sekarang... kita asing, yah?
Dulu kita dipertemukan oleh pendidikan,
namun kini dipisahkan oleh cita-cita.
Berharap akan saling menjaga komunikasi,
ternyata kita terlalu sibuk mengurusi urusan sendiri.
Tidak, aku tidak sedang memutuskan pertemanan,
aku masih baik-baik saja,
tak marah, tak ada dendam yang terpendam.
Namun aku memilih memberi jarak,
dan perlahan membangun tembok pembatas.
Bukan tentang ego, bukan pula rasa gengsi,
tapi ini caraku... meminimalisir rasa sakit hati.
Saat aku merasa diabaikan,
dan jelas-jelas tidak diinginkan,
aku akan mundur perlahan menjauh,
karena aku sadar diri...
bahwa di sana... aku tak diharapkan.
Muara Manompas, 05 Juni 2026