Rendi Aji Pangestu - Februari diambang hilang (LCP 46)

📅 04 Juni 👁 Memuat...

Februari diambang hilang

Karya: Rendi Aji Pangestu


Bernyanyi diiringi silir angin bulan Februari.
Aku mengonsumsi terlalu banyak bahagia tahun lalu,
sampai aku lupa aku pun bisa terperosok jatuh menghantam tanah.

Deru hujan sudah tak terasa basah lagi bagiku,
karena aku sudah tenggelam dalam lautan air mataku sendiri.
Oksigen sudah tak terasa segar lagi bagiku,
karena hanya sesak di dada yang menemaniku selalu.
Andai kau bisa meraba sajak sajak yang telah kucipta karena dirimu,
dan aku tak berharap kau membacanya karena melihatku pun kau tak mau.

Alunan bait melankolis musik zaman sekarang sudah meracuni telingaku, dan entah mengapa setiap lagu yang ku benci dulu sekarang menjadi proyeksi dirimu.
Jika kau tanya aku takut apa, aku takut terlupakan.
Sukar melihatmu mencintai manusia lain,
padahal hari lalu hanya aku yang ada di arsip galerimu, namun aku sekarang tak lebih dari seonggok kayu di sudut pintu.
Atau? Ataukah mungkin aku memang sudah tak ada lagi diingatan mu?


Bekasi, 3 Juni 2026