Ria Apriani - Harapan Abu-abu (LCP 47)

📅 28 Juni 👁 Memuat...

Harapan Abu-abu

Karya: Ria Apriani


Tangan ku gemetar,
Gelap melahap cahaya terang,
Kunang-kunang sungkan terbang,
Mereka tau akan ancaman,
Mungkin tau bisikan alam.

Jiwa malang seorang pembangkang,
Dahulu sombong lakon menantang,
Siapa aku sumber cahaya terang,
Kata sang rembulan pada bintang.

Kemarin malam aku tenang,
Harapan muncul bahkan saat terpejam,
Kubuka namun hilang kepastian,
Langit sejatinya putih pula terang
Gelap mungkin angin meniupnya kencang.

Lalu muncul putih simbol penerangan,
Mungkin bila abu-abu muncul kepermukaan,
Boleh jadi satu janji-janji bermunculan,
Namun sirna kebetulan angin bukan lagi kawan.

Benar jika aku kalah, dan aku bersalah,
Diam sejenak memapah beban
Adakah ampun bagi yang lemah tuan?
Apa aku bersalah bila terlalu berharap.
Tubuhku ini rapuh tanpa keterikatan.

Jadi pasrah bentuk rasa keikhlasan,
Harap-harap boleh Murka atas ketidakadilan,
Maka aku mengadu memohon secercah harapan.


Purbalingga, 27 Juni 2026