Takzim kepada Cahaya yang Tak Bernama
Karya: RiskaAku mengenalmu dengan cara yang paling sunyi
mengumpulkan serpihan-serpihan kecil dari keberadaanmu,
lalu menyimpannya seperti doa
di sela malam yang panjang.
Mula-mula aku mengagumi wajahmu.
Kemudian semesta memperkenalkanku
pada cara pikirmu.
Sejak saat itu,
kekaguman menjalar seperti akar
yang menemukan air
di bawah tanah yang retak.
Kau menyerupai cahaya,
tidak cukup terang untuk menyilaukan,
tidak cukup redup untuk dilupakan.
Pada malam-malam
ketika kematian terasa lebih ramah
daripada hari esok,
aku mengingatmu.
Bukan sebagai penyelamat,
namun sebagai isyarat
bahwa dunia belum kehilangan
orang-orang baik.
Maka biarkan aku tetap di sini,
menyebut namamu dalam doa,
memandangmu dari kejauhan,
seperti musafir yang menemukan lentera
di tengah malam paling kelam,
lalu memilih berterima kasih
tanpa pernah meminta
cahaya itu menjadi miliknya.
Bone, 2 Juni 2026